akubaskoro
Male
surabaya
   

<< February 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, February 12, 2007
Gaya Beda Polisi Cepek

Seperti biasanya sore hari ada pemandangan mencuri mata di pertigaan dekat rumah. Dari kejauhan sebuah bendera merah bergerak-gerak di tengah jalan. Di antara kepungan lalu lalang mobil, bendera merah itu tetap nampak, walaupun tinggal setengah. Ini bukan demo. Dan beginilah gaya polisi cepek di bilangan Kutisari Selatan, Surabaya.

Kostum yang dikenakan cukup unik dan selalu berganti tiap hari. Terkadang terlihat menyesuaikan tema. Seperti saat natal tahun lalu, ia memakai topi sinterklas lengkap dengan jenggot putih palsu. Pada sore lainnya, ia mengganti dandannya dengan rumbai-rumbai pakaian kertas, wajah berpoles warna hitam legam. Kostum manusia bertopeng, kostum orang Papua, dan lainnya. Entah motif apa yang melatari, mungkin untuk menarik perhatian orang saja.

Gerakannya lincah saat membagi kesempatan mobil dan motor untuk bergantian lewat. Pak Sutrisno memang berjasa. Tanpanya, di pertigaan itu bisa bikin ruwet dan macet. Saya sering melihat dalam kesehariannya ia bekerja sebagai tukang becak. Di sisi warung Mbak Nurul, Pak Sutrisno biasa mendandani wajahnya. Pada awalnya gaya dan ekspresi Pak Sutrisno, membuat tetangga berkerut dahi. Namun lama kelamaan terbiasa juga orang-orang disekitarnya.

***

Sementara di dekat Gayungan (dekat Masjid Agung) Surabaya beda lagi. Seorang bapak yang telah berumur dan bertubuh gemuk nampak tersenyum ikhlas mengatur laju lalu lintas di jalan sempit itu. Ia mengenakan jaket warna orange bertuliskan penegak disiplin. Tangan kirinya memegang rambu merah berbentuk bundar kecil. Tangan kanan sibuk bergerak-gerak. Yang pasti senyum lebarnya membuat saya terkesan.

Di pertigaan Injoko ada juga polisi cepek yang beda. Lihat saja gayanya, pake hormat-hormat segala ke pengendara. Kalo ada yang ngasih uang, tangannya dimainkan dan tengkyu boss..kadang sampai dengkulnya disentuhin aspal sembari kedua tangannya menyembah si pemberi uang..

Gaya polisi cepek memang beda-beda. Ada yang biasa saja alias standar, penuh aksesoris kayak Pak Sutrisno atau cukup senyuman lebar saja.
Ya polisi cepek ada di mana-mana: di tikungan, belokan, pertigaan, jembatan rusak, dan turunan jalan.

Soal Polisi Cepek sebagai fenomena sosial di jalanan?...males ah ngomentari biar orang lain saja..

priiiiiitt...
*) sabar untuk fotonya ...nyusul

Posted at 01:26 pm by akubaskoro

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home