|
Judul buku Menghadapi Globalisasi ------------------------------------------------------------------ Komik "Berat" yang Menggelitik Misalnya saja, ada Zen Comics sebuah kompilasi gambar karya Ionna Salajan, berkisah nukilan-nukilan percakapan ala budaya Zen. Ada juga Marx untuk Pemula, konon dari komik ini turut membidani ide kemunculkan komik-komik bertema gigantik lainnya. Komik Marx untuk Pemula dalam versi bahasa asing pernah beredar dalam bentuk fotocopian dikalangan mahasiswa. Judul-judul komik seperti Chaos Theory, Postmodern, Cultural Studies, Etika, Kosmologi, Freud, dan lainnya pernah muncul di akhir tahun 1990-an. Komik-komik ini bertema pengetahuan alam, budaya, hingga filsafat. Walaupun dikemas dalam bentuk komik kesan berat untuk menangkap isinya amat terasa. Dalam karya El Fisgon, "Si Tukang Recok", ia mengurung komiknya dalam tema ekonomi politik. Inilah karya kartunis terkemuka Meksiko berjudul asli: How To Succeed at Globalization: A Primer for Roadside Vendors. Tema raksasa globalisasi dalam komik ini terbukti penuh kritikan dan gelitik khas Amerika Latin. Fisgon mengawali kisahnya dari mata pelajaran sejarah kolonialisme masa silam: masa pra kapitalisme. Seorang pebisnis kecil yang selalu gagal, Charro Machoro dan seorang dukun finansial, Cassandra Carrera menjadi mengait cerita. Alur sejarah bisnis dan bumbu-bumbu kebusukan kapitalisme tak lupa diungkapkan. Layaknya adegan-adegan filmis, komik ini mengantarkan lembaran sejarah penghisapan antar manusia atau bangsa dibalik motif ekonomi. Namun padatnya kejenakaan Fisgon memberikan hiburan khas ala Mexiko pada pembacanya. Persoalan gigantik semacam globalisasi dan postkolonial dalam komik ini menjadi lebih renyah tanpa harus mengerutkan kening saat membaca. Dua hal penting yang patut dicatat adalah kiat bisnis yang tak ada duanya: kiat yang tidak mengajari kita cara agar lekas kaya, namun menjelaskan mengapa kita terus menerus miskin, persis dijelaskan pada sampul kulit belakang komik ini. Konon bangsa Meksiko memang dikenal suka tertawa, ungkap Ronny Agustinus, translator komik ini, dalam pengantar terjemahannya. Lelucon kocak ala Meksiko mewarnai lembaran komik setebal 200 halaman. Misalnya saja Fisgon mengklaim George W. Bush sebagai Presiden Meksiko Terburuk yang pernah Ada. Fisgon pun menuduh Bush menyontek gaya politikus Meksiko yang biasanya senang akan senjata api dan berbohong secara sistematik. Bush bahkan lewati kendala yang dimiliki politikus Meksiko, ia punya akses teknologi dan gudang senjata (hlmn 198 dan 200). Jika membandingan dengan Fahrenheit 9/11, film dokudrama karya Michael Moore, maka Anda akan menemui beberapa kesamaan dalam soal membadaikan kritik pada Dinasti George Bush. Misalnya saja tuduhan kuat penyerangan Amerika dan Inggris pada Irak dipastikan bermotif mendulang emas hitam alias minyak bumi dan berlatar bisnis persenjataan. Globalisasi sebenarnya bukanlah hal baru. Saat ekspansi Alexander Agung ke berbagai belahan dunia di sanalah gagasan-gagasan penguasaan ditiru oleh sejarah diabad-abad berikutnya. Secara sederhana akar globalisasi terbentuk dari sejarah kolonialisme masa silam. Dalam bahasa Fisgon bentuk baru kolonialisme ekonomi yang berlanjut, dikenal secara umum sebagai "Globalisasi", istilah keren bagi perampok sistematis atas dunia ketiga oleh negara-negara kaya (hlm. 101) Sebenarnya globalisasi juga pernah diramalkan oleh Bung Karno lewat istilah Nekolim: Neokolonialisme dan imperialisme. Globalisasi dapat dikatakan juga sebagai liberalisasi pasar dan pola penjajahan bentuk baru. Komik ini mengingatkan pada diskusi penting di Soegeng Sarjadi Forum dalam bedah buku John Perkins : Confessions of an Economic Hit Man. Sebuah buku yang menjadi bahan kajian Kwik Kian Gie, Amien Rais, dan kalangan intelektual dalam memetakan persoalan globalisasi, hutang luar negeri, dan neokolonialisme. Lalu korporatokrasi sebagai istilah tiga pilar penting persekongkolan antara korporasi, pemerintah, dan bank-bank internasional yang berulang kali diingatkan oleh Amien Rais dalam berbagai forum diskusi. Tak ada hal baru dalam desa global ini, selain temuan-temuan teknologi informasi yang kian canggih dan berfungsi sebagai intrumen perpanjangan tangan dari globalisasi. Sejarah keserakahan korporasi multinasional yang tak terbayangkan dan kebijakan pasar bebas yang membuahkan penjarahan atas negara-negara miskin. Tentu kasus Freeport ataupun Blok Cepu cukup menjadi contoh bagi kita sebagai bagian lembaran naskah di ruang kebebasan pasar. Bagi yang tak mau berumit-rumit memahami akar globalisasi, komik ini cocok untuk Anda. Adi Baskoro penikmat board of canada
Minggu,30 April 2006, Jawa Pos, Rubrik Resensi Buku |
| Leave a Comment: |