Entry: Gaya Beda Polisi Cepek Monday, February 12, 2007



Seperti biasanya sore hari ada pemandangan mencuri mata di pertigaan dekat rumah. Dari kejauhan sebuah bendera merah bergerak-gerak di tengah jalan. Di antara kepungan lalu lalang mobil, bendera merah itu tetap nampak, walaupun tinggal setengah. Ini bukan demo. Dan beginilah gaya polisi cepek di bilangan Kutisari Selatan, Surabaya.

Kostum yang dikenakan cukup unik dan selalu berganti tiap hari. Terkadang terlihat menyesuaikan tema. Seperti saat natal tahun lalu, ia memakai topi sinterklas lengkap dengan jenggot putih palsu. Pada sore lainnya, ia mengganti dandannya dengan rumbai-rumbai pakaian kertas, wajah berpoles warna hitam legam. Kostum manusia bertopeng, kostum orang Papua, dan lainnya. Entah motif apa yang melatari, mungkin untuk menarik perhatian orang saja.

Gerakannya lincah saat membagi kesempatan mobil dan motor untuk bergantian lewat. Pak Sutrisno memang berjasa. Tanpanya, di pertigaan itu bisa bikin ruwet dan macet. Saya sering melihat dalam kesehariannya ia bekerja sebagai tukang becak. Di sisi warung Mbak Nurul, Pak Sutrisno biasa mendandani wajahnya. Pada awalnya gaya dan ekspresi Pak Sutrisno, membuat tetangga berkerut dahi. Namun lama kelamaan terbiasa juga orang-orang disekitarnya.

***

Sementara di dekat Gayungan (dekat Masjid Agung) Surabaya beda lagi. Seorang bapak yang telah berumur dan bertubuh gemuk nampak tersenyum ikhlas mengatur laju lalu lintas di jalan sempit itu. Ia mengenakan jaket warna orange bertuliskan penegak disiplin. Tangan kirinya memegang rambu merah berbentuk bundar kecil. Tangan kanan sibuk bergerak-gerak. Yang pasti senyum lebarnya membuat saya terkesan.

Di pertigaan Injoko ada juga polisi cepek yang beda. Lihat saja gayanya, pake hormat-hormat segala ke pengendara. Kalo ada yang ngasih uang, tangannya dimainkan dan tengkyu boss..kadang sampai dengkulnya disentuhin aspal sembari kedua tangannya menyembah si pemberi uang..

Gaya polisi cepek memang beda-beda. Ada yang biasa saja alias standar, penuh aksesoris kayak Pak Sutrisno atau cukup senyuman lebar saja.
Ya polisi cepek ada di mana-mana: di tikungan, belokan, pertigaan, jembatan rusak, dan turunan jalan.

Soal Polisi Cepek sebagai fenomena sosial di jalanan?...males ah ngomentari biar orang lain saja..

priiiiiitt...
*) sabar untuk fotonya ...nyusul

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments